Seiring
dengan perkembangan
kinerja dan prestasi
yang telah diraih selama satu dasawarsa, pada tanggal 18 Oktober 2010, Pemerintah melalui
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2010 menetapkan secara resmi Polibatam
menjadi PTN dengan nama Politeknik Negeri Batam. Dengan demikian mulai Tahun akademik 2011/2012,
status mahasiswa dan lulusan Polibatam adalah mahasiswa dan lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Pemerintah. Dengan berkembangnya kebutuhan industri di Batam terutama di bidang
otomasi, instrumentasi, robotika dan telekomunikasi, banyak dibutuhkan lulusan tenaga terampil
di bidang-bidang tersebut, sehingga untuk pemenuhan tenaga terampil tersebut, Prodi Elektronika
membuka Kelompok Bidang Keahlian (KBK) diantaranya KBK Mekatronika, KBK Instrumentasi, KBK
Komputer dan KBK Telekomunikasi. Banyaknya minat calon mahasiswa dan juga kebutuhan akan tenaga
di bidang-bidang tersebut, mendorong Polibatam untuk membuka beberapa Prodi yang berasal dari
KBK yang ada di Prodi Elektronika. Prodi pertama yang diusulkan untuk dibuka adalah Prodi
Mekatronika. Selanjutnya dengan diberikannya mandat pembukaan Prodi Diploma IV Mekatronika (MK)
berdasarkan SK Kementerian Pendidikan Nasional No.780/E/T/2011 bersama itu pula dibentuk Jurusan
Teknik Elektro yang membawahi Prodi Elektronika (Prodi EL) yang berasal dari Prodi Elind. Sejak
tahun 2011, Jurusan Teknik Elektro menyelenggarakan dua Prodi yaitu Prodi Diploma III EL dan
Prodi Diploma IV MK. Sejak berubah menjadi PTN, Polibatam berusaha untuk sesegera mungkin
merespon kebutuhan industri di kota Batam akan tenaga-tenaga terampil. Sehingga pada tahun 2014
kembali Jurusan mengusulkan beberapa Prodi baru ke Kementerian/ Prodi baru yang diusulkan adalah
Prodi Teknik Elektronika Manufaktur (Prodi EM), Prodi Teknik Instrumentasi (Prodi IN) dan Prodi
Teknik Robotika (Prodi RE). Berdasarkan SK Kemenristek Dikti No.112/KPT/I/2015 tanggal 18
November 2015, maka Jurusan Teknik Elektro mulai menyelenggarakan Prodi EM pada tahun akademik
2016/2017. Dengan dukungan program PEDP (Polytechnic Education Development Project) pada Prodi
EL, maka ikut berkembang pula Prodi-Prodi yang ada di Jurusan Elektro termasuk Prodi EM.
Beberapa fasilitas laboratorium diadakan dengan dukungan PEDP. Sementara Prodi RE baru
diselenggarakan pada tahun akademik 2017/2018 berdasarkan SK Kemenristek DIKTI SK No
2827/A4/HK/2016 tanggal 2 September 2016. Di tahun akademik yang sama, Prodi IN mulai
diselenggarakan setelah mendapatkan persetujuan Kemenristek DIKTI melalui SK No. 418/A4/HK/2016
tanggal 15 November 2016. Selanjutnya, untuk merespon adanya kebutuhan industri pembangkit,
Jurusan Teknik Elektro kembali mengusulkan prodi baru ke Kementrian. Prodi yang diusulkan adalah
Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi. Dan pada tahun akademik 2019/2020, Jurusan Teknik Elektro
kembali membuka prodi baru prodi Diploma IV Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi (Prodi RPE)
setelah mendapat ijin penyelenggaraan dari Kemenristek DIKTI dengan dengan SK No. 566/KPT/I/2018
tanggal 6 Juli 2018, sehingga sejak akademik 2019/2020, Jurusan Teknik Elektro menyelenggarakan
6 prodi, yaitu :
- Program Studi D3 Teknik Elektronika Manufaktur
- Program Studi D3 Teknik Instrumentasi
- Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi
- Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Elektronika
- Program Studi D4 Teknik Mekatronika
- Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Robotika